IOXC di Karanganyar, Kenalkan Pariwisata Melalui Kejuaraan Olahraga

Peserta IOXC dari Malaysia tengah memainkan atraksi BMX

KARANGANYAR – Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olaharaga (Kemenpora) Republik Indonesia, Raden Isnanta berharap melalui kejuaraan olaharaga dapat mengenalkan pariwisata. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Raden Isnanta saat membuka kejuaraan Indonesia Open X-Sport Championshiop (IOXC)   2019 di Alun-Alun Karanganyar, Jumat (25/10) malam.

Menurutnya dengan kegiatan semacam ini, ada minat dari beberapa negara untuk datang berolahraga sekaligus berkunjung menikmati destinasi wisata maupun wisata kuliner yang ada di Karanganyar. Seperti halnya sport turisme, kejuaaraan olahraga dikemas dengan paket wisata. “Semisal setelah kejuaraan ini, berkunjung ke Tawangmangu. Wisata dikenalkan melalui kejuaraan olahraga. Kita tidak perlu promosi, silahkan kunjungi tempat ini. Setelah dari tempat ini (Karanganyar) mereka akan bercerita tentang tempatnya yang indah dan sejuk,” katanya sesusai membuka acara IOXC ke-11.

Raden menuturkan, kejuaraan ini juga sebagai wadah para pemuda untuk mengekspresikan diri, mengingat potensi cabang olahraga (Cabor) x-sport yang ada di Indonesia luar biasa. Besar harapannya, setiap daerah juga ada event-event lokal untuk mengembangkan potensi atlet lokal. Pemerintah selalu berusaha membina dengan penyediaan fasilitas, menyelenggarakan dan menyiapkan kompetisi nasional serta mengirim perwakilan atlet ke kejuaraan internasional. “Memang setiap daerah belum semua memiliki tempat (arena berlatih), namun dari sekian banyak tempat yang telah menjadi tuan rumah, antusias generasi muda untuk menekui olahraga ini sangat tinggi,” imbuhnya.

Melalui kejuaraan x-sport ini juga memperkenalkan kepada masyarakat, selain mengadakan coaching clinic ke setiap sekolahan. Sekretaris Deputi Pembudayaan Olahraga Kemepora RI , Suryati mengatakan, dalam kejuaraan IOXC ke-11 ini diselenggarakan mulai 25-27 Oktober 2019. Ada enam jenis Cabor yang dilombakan seperti aggresive inline, skateboard, BMX, BBoy, dan freestyle basketball, freestyle soccer dan spider kids.

Selain diikuti para atlet lokal, atlet internasional juga turut meramaikan kejuaraan yang digelar setiap tahunnya. Ada dari Prancis, Singapura, Jepang, Kanada, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Thailand, Filipina, China, dan Amerika Serikat. “Kejuaraan ini diikuti 342 peserta. Mereka akan memperebutkan hadiah total Rp 600.500.000,” kata Suryati.

Suryati berharap dengan kejuaraan ini dapat meningkatkan prestasi Cabor x-sport di Indonesia dan mengenalkan kepada masyarakat Karanganyar. “Mudah-mudahan muncul atlet berprestasi Cabor x-sport dari Karanganyar,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto mengaku, setelah kejuaraan ini telah disiapkan arena bermain bagi atlet lokal yang ada di Karanganyar. “Kita akan siapkan tempat untuk anak muda bermain. Harapannya dengan ini, kita mempunyai bibit atlet yang bisa mewakili Karanganyar dalam kejuaraan,” pungkasnya. (hr/adt)